Kami Mohon Brotha n Sista bersedia untuk mengklik iklan di bawah ini demi kelangsungan blog ini ...

Minggu, 08 April 2012

Klasifikasi Platyhelminthes


Disebut Cacing Pipih (Flat Worm) dengan ciri antara lain:
• Tubuh simetri bilateral
• Belum memiliki sistem peredaran darah
• Belum memiliki anus
• Belum memiliki rongga badan dan termasuk kelompok Triploblastik Aselomata
• Memiliki basil isap (sucker)
• Sistem saraf terdiri dari ganglion otak dan saraf-saraf tepi berupa Saraf Tangga Tali. Beberapa ada yang mempunyai alat keseimbangan Statotista.

Terdiri Dari Tiga Kelas :


1. TURBELARIA (CACING BERAMBUT GETAR).

Satu-satunya kelas yang hidup bebas (non-parasit), contohnya adalah Planaria yang mempunyai sistem ekskresi dari sel-sel api (Flame Cell). Bersifat Hermafrodit dan berdaya regenerasi cepat.

2. TREMATODA (CACING ISAP).

Jenis-jenis kelas ini adalah :

a. Fasciola hepatica (cacing hati ternak), bersifat hermafrodit.

Siklus hidupnya adalah : Telur menjadi Larva Mirasidium masuk ke dalam tubuh siput Lymnea menjadi Sporokista kemudian berkembang menjadi Larva (II) yaitu redia kemudian Larva (III) yaitu serkaria yang berekor, kemudian keluar dari tubuh keong berupa kista yang menempel pada tumbuhan air (terutama selada air atau Nasturqium officinale).

b. Clonorchis sinensis / Opistorchis sinensis (cacing hati manusia)

Siklus hidupnya adalah: Telur menjadi Larva Mirasidium menjadi Sporokista menjadi Larva (II) yaitu redia menjadi Larva (III) yaitu serkaria menjadi Larva(IV) yaitu metaserkaria, masuk ke dalam tubuh ikan.
Contohnya adalah Schistosoma japonicum, Schistosoma haematobium dan Schistosoma mansoni. hidup dipembuluh darah dan merupakan parasit darah.

c. Paragonimus westermani (cacing paru)


Cacing yang menjadi parasit dalam paru-paru manusia. Sebagai hospes perantara ialah ketam (Eriocheirsinensis) dan tumbuhan air. Menyebabkan Paragonimiasis.


d. Fasciolopsis buski

Cacing yang menjadi parasit dalam tubuh manusia. Hidup di dalam usus halus. Hospes perantaranya adalah tumbuhan air. Menyebabkan Fasciolopsiasis.

3. CESTODA (CACING PITA)
Tubuhnya terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing disebut Proglottid. Kepala disebut Skoleks dan memiliki alat isap (Sucker) yang memiliki kait (Rostelum) terbuat dari kitin. Pembentukan segmen (segmentasi) pada cacing pita disebut Strobilasi.

Contoh :
1. Taenia solium atau Cacing pita manusia
Menyebabkan Taeniasis solium. Pada skoleknya terdapat kait-kait. Proglotid yang matang menjadi alat reproduksinya. Memiliki hospes perantara berupa babi.
Siklus hidup :
Proglottid Masak (terdapat dalam feses) bila tertelan oleh babi menjadi Embrio Heksakan, menembus usus dan melepaskan kait-kaitnya menjadi Larva Sistiserkus (dalam otot lurik babi) tertelan manusia kemudian menjadi cacing dewasa.

2. Taenia saginata atau Cacing pita manusia
Menyebabkan Taeniasis saginata. Pada skoleknya tidak terdapat kait-kait. Memiliki hospes perantara berupa Sapi. Daur hidupnya sama dengan Taenia solium.

3. Diphyllobothrium latum,
Menyebabkan Diphyllobothriasis. Parasit pada manusia dengan hospes perantara berupa katak sawah (Rana cancrivora), ikan dan Cyclops.

4. Echinococcus granulosus
Cacing pita pada anjing.

5. Himenolepis nana
Cacing pita yang hidup dalam usus manusia dan tikus. Tidak memiliki hospes perantara.
Judul: Klasifikasi Platyhelminthes; Ditulis oleh khairul anas; Rating Blog: 5 dari 5

Ditulis oleh : khairul anas ~ All- Round About Knowledge
Arak GoendoelSobat sedang membaca artikel tentang Klasifikasi Platyhelminthes. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya


1 comments:

Leave a Reply