Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Sunday, May 20, 2012

10 Ledakan Terbesar Yang Pernah Terjadi Di Jagat Raya

Urutan 10 :

Sebuah kebakaran di kapal kargo SS Grandcamp yang sedang berlabuh di texas city pada 1947 memicu 2.300 ton amoniu nitrat, sebuah campuran yang digunakan untuk penyubur dan berdaya ledak tinggi. Ledakan tersebut merontokan 2 pesawat terbang yang sedang melintas disekitarnya dan memicu reaksi berantai yang memicu ledakan sebuah kapal kargo lainnya yang juga membawa 1000 ton ammonium nitrat. Bencana ini membunuh lebuh dari 600 orang dan melukai 3.500 lainnya, dan secara umum dikategorikan bancana industry terburuk dalam sejarah U.S

Urutan 9 :


Pada 1917, sebuah kapal kargo prancis, yang berisi penuh dengan bahan peledak untuk PD I, secara tidak sengaja bertabrakan dengan kapal berbendera belgia di pelabuhan Halifax, Kanada. Hal tersebut menyebabkan ledakan dengan dampak yang jauh lebih besar dari peladak yang pernah dibuat oleh manusia sebelumnya, setara dengan 3 kilo ton TNT. Menyebarkan serbuk berwarna putih hingga 6.100m diatas kota dan menyebabkan Tsunami dengan ketinggian gelombang setara 18 m , hingga radius 2 Km disekitar pusat ledakan. Itu adalah kehancuran total, dan merenggut 2000 nyawa dan 9000 lainnya terluka. Itu tetao menjadi kecelakaan terburuk didunia yang disebabkan peledak buatan manusia.

Urutan 8 :


Pada 1986, sebuah reactor nuklir meledak di Chernobly di ukraina, itu adalah kecelakaan nuklir terburuk dalam sejaran, ledakan tersebut melontarkan rector seberat 2000 ton dan menyebarkan 400 kali kadar radioaktive dibandingkan bom Hiroshima, mengkontaminasi lebih dari 200.000 km2 eropa, 600.000 orang terkena radiasi dosis tinggi, dan lebih dari 350.000 orang harus dievakuasi dari derah yang terkontaminasi.Bom atom yang pertama dalam sejarah, , di ledakkan di Trinity site, dekat Alamogordo, N.M pada 1945, meledakan denga kekuatan hamper 20kilo ton TNT, ilmuan J. Robert Oppenheimer kemudian mengatakan, ketika dia mengawasi pengujian, Ia memikirkan sebuah petikan dari manuscript hindu Bhagavas Gita : “Saya akan menjadi Kematian, penghancur dunia†, senjata nuklir kemudian mengakhiri PDII dan menyebabkan ketakutan terhadap senjata pemusnah nuklir hingga berpuluh tahun kemudian. Ilmuan kemudian menemukan bahwa masyarakan di New Meksiko mungkin terkena radiasi nuklir ribuan kali dari batas normal yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh.

Urutan 7 :

Bom atom yang pertama dalam sejarah, , di ledakkan di Trinity site, dekat Alamogordo, N.M pada 1945, meledakan denga kekuatan hamper 20kilo ton TNT, ilmuan J. Robert Oppenheimer kemudian mengatakan, ketika dia mengawasi pengujian, Ia memikirkan sebuah petikan dari manuscript hindu Bhagavas Gita : “Saya akan menjadi Kematian, penghancur dunia†, senjata nuklir kemudian mengakhiri PDII dan menyebabkan ketakutan terhadap senjata pemusnah nuklir hingga berpuluh tahun kemudian. Ilmuan kemudian menemukan bahwa masyarakan di New Meksiko mungkin terkena radiasi nuklir ribuan kali dari batas normal yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh.

Urutan 6 :


Sebuah ledakan misterius dekan sungai Podkamennaya Tunguska di 1908 meratakan area seluas 2000km2 dari hutan Siberia (hamper seluas kota Tokyo). Peneliti mengira bahwa ledakan tersebut disebankan oleh asteroid atau komet mungkin diameter sebesar 20m dan seberat 185.000 metric ton (7 kali berat titanic). Ledakan yang hasilkan hamper sekuat 4 mega ton TNT (250 kali lebih kuat dari bom Hiroshima)

Urutan 5 :


Pada 1815, Gunung tambora di Indonesia meledak dengan kekuatan hampir 1000 mega ton TNT, merupakan ledakan gunung berapi terdahsyat yang direkam dalam sejarah. Ledakan tersebut melontarkan 140 Milyar ton magma dan tidak hanya membunuh 71.000 orang di pulau Sumbawa (Dekat Lombok) tapi abu vulkanik yang dilontarkan menyebabkan anomaly iklim secara global, pada tahun selanjutnya (1816), diknal sebagai tahun tanpa musim panas, salju turun di bulan juni di Albany N.Y, sungai es dapat ditemukan di bulan Juli di Pennsylvania, dan ratusan ribu orang menderita kelaparan secara global

Urutan 4 :


Era dinosaurs berakhir dalam bencana alam, hamper 65 juta thn lalu, yang membunuh hamper setengah dari semua species di planet ini, walaupun peneliti menyarankan bahwa planet berada dalam ambang kehacuran lingkungan sebelum tumbukan Cretaceous-Tertiary (meteorit), dimana kawah seluas 180 km di chixulub di mexiko mungkin adalah lokasi tumbukan tersebut.

Urutan 3 :


Komet Shoemaker-Levy9 bertabrakan secara spektakuler dengan planet Jupiter pada 1994, gravitasi planet raksasa tersebut menarik komet tersebut dab memecahkan komet tersebut hingga area seluas 3km, dan mereka menghujam dengan kecepatan 60 km/detik menghasilkan 21 tumbukan yang terlihat. Tumbukan terbesar menyebabkan bola api hingga setinggi 3000 km diatas awan Jovian dan menyebabkan bintik hitam dengan diameter 12.000km2 (sekitar sebesar bumi) dan diperkirakan meledak dengan kekuatan 6000 Giga Ton TNT

Urutan 2 :


Supernova adalah bintang yang meledak yang seringkali “menyinari†keseluruhan galaksi. Supernova yang paling terang yang pernah di catat dalam sejarah adalah yang dilihat di konstelasi Lupus (bahasa laitn untuk srigala) pada musim semi tahun 1006. Ledakan luar biasa yang berwarna keemasan yang sekarang dikenal sebagai SN 1006 terjadi di hamper 7.100 tahun cahaya jauhnya, dan cukup terang untuk menyebabkan adanya bayangan dimalam hari, dan membaca dimalam hari, dan masih terlihat hingga berbulan-bulan pada siang hari

Urutan 1 :


Pancaran sinar gamma adalah paling kuat yang pernah diketahui di alam semesta. Sinar yang memancar dari area yang sangat jauh namun terlihat, adalah GRB 090423, menjangkau “dunia†kita dari kejauhan 13 Milyar tahun cahaya !!!! dari bumi. Ledakan tersebut, yang hanya terekam kurang dari 1 detik, melepaskan energy lebih dari 100 kali energy yang dilepaskan oleh matahari selama 10 Milyar tahun umur matahari tersebut. Ini sepertinya berasal dari sebuah bintang yang sekarat yang 30 hingga 100 kali besarnya dari matahari.


sumber:
http://www.info.up2det.com/2011/12/10-ledakan-terbesar-yang-pernah-terjadi.html

Sunday, February 19, 2012

Swiss Buat Satelit Penyapu Sampah Angkasa

Rancangan Proyek CleanSpace One (Space.com (CREDIT: EPFL/Swiss Space Center))

VIVAnews - Bumi saat ini dikelilingi jutaan sampah luar angkasa, dari seukuran bus kota hingga rongsokan kaleng. Sampah luar angkasa ini tidak hanya membahayakan bumi, sebab bisa jatuh kapan saja.

Tapi, sampah ini juga bisa membahayakan Stasiun Luar Angkasa Internasional yang kini berada di orbit dalam. Sebab saat dua objek ini bertabrakan, maka akan pecah hingga ribuan keping. Tentu ini mengganggu operasional stasiun.

Untuk mengatasi masalah sampah angkasa ini, sejumlah ilmuwan dan teknisi Swiss menciptakan proyek CleanSpace One. Prototipe proyek satelit penyapu sampah angkasa ini pun dibuat dengan bentang panjang 30 cm, serta panjang dan tinggi 10 cm.

Satelit penyapu ini rencananya akan siap diluncurkan awal tahun 2015. Dengan demikian CleanSpace One dirancang untuk bertemu dan menghancurkan picosattelit (satelit mikro) milik Swiss lain, Tisat.

Saat tiba di tempat yang ditargetkan, satelit pembersih CleanSpace One akan membuka 'tangannya', menggenggam satelit sampah, dan membawanya agar terbakar bersama di atmosfer.

CleanSpace One didesain dan dibangun di Swiss Space Center, bagian dari Swiss Federal Institute for Technology di Lausenne (EPFL). Para ilmuwan itu saat ini sedang mengembangangkan sistem propulsi (kendali) elektrik yang memungkinkan CleanSpace One menggenggam sampah luar angkasa tersebut.

"Tantangan utama saat ini memang menyiapkan tangan robotik atau mekanisme persiapan yang memungkinkan menggenggam satelit Swiss (Tisat) itu," kata peneliti EPFL, Muriel Richard.

Jika ini berhasil dikembangkan, tim berharap bisa menawarkan dan menjual sistem buatan mereka untuk membersihkan sampah luar angkasa dalam berbagai bentuk dan ukuran. "Badan luar angkasa merasa perlu untuk menjadikan ini sebagai pertimbangan dan persiapan untuk membersihkan barang yang telah mereka lontarkan ke luar angkasa. Kami ingin menjadi perintis di area ini," kata Direktur Swiss Space Center, Volker Gass.

Senada dengan Volker Gass, Muriel Richard pun mengatakan sistem CleanSpace One yang terbilang murah ini diharapkan bisa membantu pengembangan pembersihan sampah luar angkasa. "Ini bukan pembangunan jutaan, tapi ini pembangunan dengan level yang berbasis di universitas," tuturnya.

Menurut astronot dan profesor di EPFL, Claude Nicollier, sampah luar angkasa memang menjadi permasalahan besar yang kerap dianggap sepele, sama seperti pemanasan global. "Ada kesamaan dari dua permasalahan itu, jika kita tidak melakukan apa-apa, kita memiliki masalah besar di masa depan," ujarnya. (eh)

• VIVAnews 
 
source:

Friday, February 17, 2012

Jabat Tangan Pertama Robot dan Astronot

NASA Robot humanoid Robonaut 2 berjabat tangan dengan astronot NASA Daniel Burbank pada Rabu (15/2/2012). 
WASHINGTON, KOMPAS.com - Hubungan manusia dengan robot kembali mencetak rekor. Untuk pertama kalinya, manusia bisa berjabat tangan dengan robot di luar angkasa, Rabu (15/2/2012).

Jabat tangan bersejarah itu dilakukan oleh robot humanoid NASA, Robonaut 2 dengan astronot Ameriksa Serikat di International Space Station (ISS), Daniel Durbank.


"Untuk sebuah rekor, ini adalah jabat tangan yang erat. Kerja sangat bagus dalam
programming dan engineering. Robot yang sangat impresif," kata Durbank seperti dikutip Space.com, Rabu.

Setelah jabat tangan itu, Robonaut 2 melambaikan lengan
dexterous untuk mengungkapkan "Halo Dunia!". Pesan lewat lambaian tangan ini juga pertama kali setelah sebelumnya dilakukan lewat akun Twitter.

Robonaut 2 atau R2 adalah robot yang dikembangkan NASA bersama General Motors dengan biaya 2,5 juta dollar AS. Robot ini dirancang untuk mebantu kerja astronot di ISS.


"Hari ini adalah kemajuan besar dalam pengembangan R2. Kru dan robot bekerjasama dengan baik dan melihat semua kesempatan yang berkembang dengan kolaborasi ini," tutur Ron Driftler, manajer program R2.


Robonaut dikirim ke antariksa tanggal 11 Februari 2011 bersama dengan misi terakhir pesawat ulang alik Discovery. Robot dilengkapi lengan dan kamera, tinggi 1,01 meter dan berat 150 kg.


Robonaut 2 telah menjadi ikon di Twitter. Dioperasikan oleh staf NASA, Twitter R2 memiliki 52.786 follower dan terus bertambah setiap hari.


Dalam jangka waktu dekat, Robonaut akan menjalani tes kamera. Setelahnya, tes akan berlanjut ke
flip switch dan beberapa tes lain.


sumber:

source:

Dulu, Matahari Berukuran Lebih Besar

ESOMM Angin yang besar ditemukan pada bintang bermassa kecil dan besar, tapi hanya sedikit bukti yang menunjukkan adanya angin besar di bintang seperti Matahari.
PENNSYLVANIA, KOMPAS.com - Teori yang dipercaya saat ini menyatakan bahwa semakin tua, bintang akan semakin terang. Sebabnya, inti bintang akan memadat seiring waktu sehingga semakin memanas. Berdasarkan teori ini, Matahari diperkirakan 30 kali lebih redup pada 4,5 miliar tahun yang lalu.

Namun, Steinn Sigurdsson dari Pennsylvania State University, mengatakan, "Matahari yang lebih redup menyuguhkan sebuah paradoks. Temperatur Bumi dan Mars yang diprediksikan akan terlalu dingin untuk bisa memiliki air dalam bentuk cair."

Sigurdsson dan timnya melakukan pemodelan dengan model komputer evolusi bintang MESA. Model ini dikembangkan berdasarkan kode open source yang dibuat oleh Bill Paxton dari Kavli Institute of Physics di Amerika Serikat.

Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, Sigurdsson menjelaskan bahwa pada awalnya Matahari berukuran lebih besar dari sekarang. Ukuran Matahari kemudian mengecil karena massa yang hilang diterbangkan oleh angin Matahari.

Sigurdsson mengatakan, meski lebih besar, selisihnya diperkirakan hanya 2-5 persen. Jika terlalu besar, Matahari akan berevolusi menjadi bintang yang berbeda dari saat ini. Sebaliknya, jika terlalu kecil, Bumi dan Mars takkan punya air dalam bentuk cair.

Peneliti menuturkan, jika kecepatan angin Matahari konstan sepanjang waktu, Matahari akan kehilangan 0,05 persen massanya. Namun demikian, umumnya ilmuwan percaya bahwa angin Matahari di masa lampau jauh lebih kuat dari saat ini.

Seberapa kuat? Masih diperdebatkan. Namun, untuk bisa memanaskan planet-planet seperti saat ini, ilmuwan berpendapat bahwa Matahari harus kehilangan massanya pada ratusan juta tahun pertama hidupnya. Jadi, diperkirakan angin Matahari saat itu 1000 kali lebih kuat.

Hasil pemodelan Sigurdsson masih perlu diuji. Pasalnya, ada teori lain yang memungkinkan Bumi dan Mars bisa memiliki air. Ilmuwan Carl Sagan and George Mullen misalnya, mengatakan bahwa Bumi dan Mars bisa saja lebih hangat karena gas rumah kaca.

Sagan dan Mullen berteori, Bumi pada mulanya kaya ammonia yang lalu dihancurkan oleh ultraviolet. Bumi juga mungkin saja memiliki gas karbon dioksida (CO2). Tapi dukungan untuk hal ini kurang kuat sebab CO2 dalam jumlah besar tak ditemukan pada sampel batuan tertua.

Teori gas rumah kaca sendiri punya kelemahan. Teori ini lemah untuk aplikasinya pada Mars. Mars yang ada pada jarak cukup jauh dari Matahari membutuhkan banyak sekali CO2. Konsentrasi CO2 yang terlalu banyak justru akan memantulkan panas

Berkomentar tentang hasil pemodelan Sigurdsson sendiri, Renu Malhotra dari Lunar Planetary Lab di Arizona State University mengungkapkan, "Sangat menantang untuk menemukan dukungan kuat untuk adanya bintang muda massif dalam observasi astronomi bintang muda seperti Matahari."

Namun, Malhotra mengatakan, jika memang Matahari pernah kehilangan massanya, pasti ada bekasnya. Beberapa meteorit misalnya, menunjukkan kerusakan kristal akibat angin Matahari, meski tak diketahui besarnya.

Maholtra, seperti dikutip Space, Kamis (16/2/2012) mengatakan, penyelidikan bisa dilakukan dengan melihat satelit ireguler seperti satelit Saturnus, Phoeboe. Kalau Matahari kehilangan massa, ada kemungkinan yang lebih besar bagi planet untuk "menangkap" satelit.

Sigurdsson sendiri akan berupaya menyelidiki Matahari sendiri, spesifiknya dengan kajian helioseismologi atau mempelajari getaran yang tercipta akibat aktivitas di dalam Matahari. "Inti Matahari, harapannya, akan memberikan beberapa tanda," tuturnya. 

sumber:

source:

Wednesday, July 13, 2011

10 Tabrakan Terhebat Bumi dengan Benda Luar Angkasa

Bayangkan menatap kelangit malam dan melihat sebuah titik kecil, lalu titik tersebut berubah menjadi lebih besar dua kali lipatnya, sampai langit malam terlihat agak terang, lalu anda menyadarinya bahwa titik tersebut ukurannya sebesar kota Bandung, lalu membelah udara malam dengan kecepatan suara datang tepat ke arah anda, BOOM !
Dampak kerusakannya seperti Mega tsunami, gempa bumi, gunung meletus di penjuru bumi dan hilangnya siang hari yang menjadi gelap selama bertahun-tahun, untuk anda yang selamat ia akan membunuh anda pelan-pelan.
Hasilnya sekarang kita akan lihat kawah terbesar pada daerah – daerah dibelahan bumi lain yang pernah tertabrak asteroid, disusun berdasarkan diameter yang ditinggalkan.
10. Kawah Barringer, Arizona, Amerika Serikat
49.000 tahun lalu batu bintang ukurannya “hanya” 150 ft dan berat +/- 300.000 ton mengandung nikel dan besi dengan kecepatan 40.000 mil/jam menabrak bumi, hasil dari tabrakan meteor ini dapat dilihat 55 km sebelah timur Flasgaff, Arizona USA dinamakan kawah Barringer. Kawah ini adalah kawah terbaik yang terawetkan hingga sekarang, kekuatan yang dihasilkannya sama dengan letupan TNT 20 juta ton !
Hasilnya diameter 148 ft ( 45 m ) dengan kedalaman 175 m, diketemukan oleh Daniel Barringer pada tahun 1902 untuk pertambangan, sampai dengan hari ini kawah tersebut masih milik keluarga Barringer. Disebut juga Meteor Crater, Coon Butte, dan Canyon Diablo.
09. Bosumtwi, Ghana
Berada di 30 km sebelah tenggara kota Kumasi, Ghana. Terkenal dengan Danau alam Bosumtwi padahal danau tersebut adalah dampak dari tabrakan meteor 1,3 juta tahun yang lalu.
Diameternya 10,6 km kedalaman 45 m. Hujan yang terus menerus menggenangi bekas tabrakan tersebut membuatnya terbentuk menjadi danau. Kepercayaan penduduk setempat danau tersebut adalah tempat dimana jiwa yang mati untuk menghadapkan kepada tuhannya Twi.
08.Deep Bay, Canada
Berada di Barat daya Danau di Saskatchewan, Kanada dengan lebar 13 km dan kedalaman 220 m terjadi sekitar 100 juta tahun yang lalu. Dilihat dari strukturnya, memang tabrakan yang maha dahsyat.
07. Aorounga impact crater, Chad
Aorunga adalah kawasan ketika sebuah meteorit sebesar 1 mil ( 1,6 km ) yang menabrak bumi sekitar 2 – 300 juta tahun yang lalu, di sebuah daerah di gurun Sahara sebelah utara Chad, Afrika, tabrakan tersebut dapat terjadi kira-kira 1 juta tahun sekali.
06. Gosses Bluff, Australia
Sekitar 142 juta tahun lalu sebuah komet dengan lebar 22 km menghantam daratan Autralia, dengan kecepatan 40 km/detik, dapat disamakan dengan ledakan 22.000 megaton TNT, wow . . .hasil yang ditinggalkan cukup mengesankan yakni memiliki diameter 24 km dengan kedalaman 5000 m.
05. Mistastin Lake, Canada
Berlokasi di Labrador, Kanada. Danau Mistastin adalah bentuk dari hasil Meteorit menabrak bumi, hasilnya sebuah lobang dengan diameter 28 km pun menganga di kulit bumi.


04. Clearwater lakes, Canada
Wooaaw . . . yang ini lebih dahsyat lagi, sekitar 290 juta tahun lalu asteroid kembar menghantam bumi dekat dengan pantai teluk Hudson Kanada, hasilnya lubang dengan diameter 32 km dari asteroid yang besar, dan 22 km dari asteroid yang kecil.
03. Kara-Kul, Tajikistan
Di suatu ketinggian 13.000 kaki (3.900 m ) diatas permukaan laut, terdapat Kara – Kul. juga dikenal sebagaiQarokul: 16 mil (25km) luas danau di Pegunungan Pamir di Tajikistan, dekat perbatasan Cina. Danau yang sebenarnya terletak dalam 28 mil (45km) luas lingkaran depresi, yang ditabrak batu bintang lebih dari 5 juta tahun lalu, Kara-kul hanya ditemukan baru-baru ini, melalui citra satelit.
02. Manicouagan, Kanada
Manicouagan Reservoir (Danau Manicouagan) juga dikenal sebagai “mata dari Quebec”, sekitar 212 juta tahun lalu dengan 5 km lebarnya asteroid yang menghantam bumi, meninggalkan lubang raksasa dengan diamter 100 km.


01. Chicxulub, Mexico
Dikuburkan di bawah Semenanjung Yucatán di Meksiko, di dekat desa Chicxulub (yang berarti “ekor dari setan” di uCu), ini adalah kawah kuno dengan dampak yang paling besar dengan diameter 107 km. Tabrakan terjadi kira-kira 65 juta tahun yang lalu ketika sebuah komet atau Asteroid seukuran sebuah kota kecil mengahantam (setara dengan 100 teratons dari TNT) di Bumi dan menyebabkan mega-tsunami, gempa bumi dan letusan gunung berapi di seluruh dunia.

Tuesday, July 12, 2011

Wow, Astronot Jepang Tanam Timun di Luar Angkasa

Mentimun, buah itu akhir-akhir ini populer dalam arti negatif. Sebab, mentimun dari Spanyol diduga menjadi dalang beredarnya bakteri mematikan, E. coli yang menewaskan 22 orang dan membuat sakit 2.200 lainnya.

Meski toh akhirnya kecambah atau tauge Jerman dijadikan tersangka baru, mentimun tetap bukan favorit. Namun, justru di tengah tudingan itu, astronot Jepang berencana memanen mentimun di Stasiun Antariksa Internasional, jauh di luar bumi di mana syarat kehidupan tumbuhan -- air dan sinar matahari nihil.


Astronot Jepang, Satoshi Furukawa (NASA)
Astronot itu bernama Satoshi Furukawa. Ia diagendakan meluncur ke ruang angkasa Rabu mendatang, untuk bekerja selama setengah tahun di orbit bersama kosmonot Rusia, Sergei Volkov dan astronot NASA, Michael Fossum.

Soal rencana eksperimen 'bertani mentimun; yang dijadwalkan bulan depan, Furukawa mengatakan, itu bagian dari penelitian bagaimana penjelajah luar angkasa masa depan bisa memanen tanamannya sendiri. "Kami berharap bisa memakan hasil panen itu, sayang tak diperbolehkan," kata Furukawa yang seorang dokter, seperti dimuat AP.

Demi kesehatan dan kepentingan misi, para astronot yang akan diluncurkan melalui pusat peluncuran Baikonur di Kazakhstan masih menjalani isolasi ketat, untuk menghindari infeksi. Bahkan saat konferensi pers, Furukawa, Fossum dan Volkov berlindung di balik kaca.

Tak mau kalah dengan Jepang, kosmonot, Volkov mengatakan di wilayah Rusia di Ruang Angkasa Internasional akan ditanami tomat. Dengan bercanda ia berharap para astronot diberi izin untuk menyiapkan salad dari hasil panennya. "Tapi jujur, apa yang sungguh aku inginkan adalah kentang goreng," ujar dia tersenyum.

Namun, apapun hasil bertanam mentimun, Jepang masih memimpin dalam hal peningkatan kuliner di ruang angkasa. Bahkan, astronot Jepang, Soichi Noguchi, membuat sushi -- makanan khas Jepang -- saat berada di stasiun ruang angkasa tahun lalu.

Untuk diketahui, Fossum, Furukawa dan Volkov dijadwalkan kembali ke bumi pada pertengahan November

Source: http://teknologi.vivanews.com/news/read/224944-astronot-jepang-tanam-timun-di-luar-angkasa

Bintang Putar (Spinstars), Bintang dengan Rotasi Tercepat di Jagat Raya

Ini adalah bintang-bintang tercepat di jagad raya. Para peneliti memanggilnya sebagai Bintang Putar atau Spinstars. Putaran rotasi mereka mencapai lebih dari sejuta mil per jam atau 1,6 juta km per jam.

Menurut para peneliti dari Institute for Astrophysics dari Potsdam, Jerman, bintang ini terbentuk 13,7 miliar tahun lalu setelah dentuman besar dan pernah menjadi bintang yang sangat besar.

Bahkan ukuran massanya sampai delapan kali lebih besar daripada massa matahari kita. Namun, karena bintang raksasa yang terbuat dari gas hidrogen dan helium ini memiliki masa hidup yang singkat, ia mati muda.


Spinstars, bintang yang berotasi tercepat di jagad raya
Dalam sebuah laporan yang dimuat di jurnal Nature, Dr Christina Chiappini dan koleganya dari Insitute for Astrophysics di Postdam, memanfaatkan teleskop European Southern Observatory Very Large Telescope di Chile untuk mempelajari komposisi kimia dari beberapa bintang tua di galaksi Bima Sakti.

Mereka mempelajari rasio elemen kimia yang ada pada kluster bintang NGC-6522. Kluster bintang ini dipilih karena mereka cukup tua untuk membentuk unsur kimia asli seperti yang dihasilkan oleh bintang yang hadir pada generasi pertama.

Selanjutnya, Chiapini berkesimpulan bahwa bintang-bintang generasi pertama ini sangat masif dan berotasi dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk mencapai derajat pencampuran elemen sehingga mereka bisa memproduksi elemen yang lebih berat.

Kalkulasi mereka mengindikasikan bahwa bintang-bintang generasi pertama ini berotasi kencang dengan kecepatan 500 kilometer per detik - atau 250 kali lebih tinggi daripada kecepatan matahari kita. Tak heran bila kemudian mereka menamakan bintang ini sebagai 'Spinstars'. 

Seperti dilansir oleh situs berita ABC, Professor Mike Bessell dari Observatorium Mount Stromlo, milik Australian National University, paper Chiapini menjelaskan betapa pentingnya putaran atau rotasi pada bintang-bintang awal untuk memproduksi elemen-elemen seperti yang kemudian ditemukan di bintang-bintag generasi belakangan.

Selain konveksi yang dihasilkan dalam sebuah bintang menyebabkan adanya pencampuran, rotasi yang cepat menolong elemen-elemen yang baru terbentuk dan muncul di permukaan. 

"Rotasi menolong bintang ini untuk memproduksi unsur Neon-22 dari Karbon pada pusat bintang. Unsur itu kemudian memungkinkan terbentuknya unsur yang lebih tinggi di bintang-bintang kita, yang secara normal hanya terjadi pada bintang-bintang bermassa rendah," kata Bessell.

Bessell menambahkan, unsur-unsur yang lebih berat terbentuk sangat awal di jagad raya ini, menyediakan bibit-bibit untuk terbentuknya hal-hal lain, belakangan.

"Ini memberikan kita pilihan lain untuk terciptanya unsur utama seperti nitrogen dan seluruh unsur yang lebih berat seperti timah dan seng. Semua unsur itu kita pikir belum akan tercipta, hingga lama sesudah itu."

Source: http://teknologi.vivanews.com/news/read/217207-bintang-tercepat-di-jagad-raya 

Pentagon Sayembarakan Ide Perjalanan Antar Bintang

Jika dulu Departemen Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon muncul dengan proposal Star Wars, kini berubah menjadi Star Trek alias penjelajahan bintang. Tak main-main, Lembaga Proyek Riset Pertahanan Lanjutan (DARPA), sebuah lembaga riset di bawah Pentagon yang dulu ikut mengembangkan internet, membuka sayembara usulan perjalanan bintang.

Pemenang yang bisa memberikan ide terbaik akan mendapat setengah juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp4,5 miliar. Bulan ini, 150 pihak bersaing menjawab sayembara dari pemerintah federal ini.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/03/09/106582_pesawat-luar-angkasa-discovery_300_225.jpg
Pesawat luar angkasa Discovery

Pejabat menyatakan, beberapa nama besar sudah tertarik ikut. Idenya adalah membuat perjalanan bintang bisa dilakukan dalam seabad.

Pentagon memang dikenal sebagai ide besar dan pengeluaran besar. Tahun 1980-an, Pentagon mengembangkan sistem misil pertahanan berbasis angkasa luar. Kini mereka muncul dengan konsep Perjalanan Bintang 100 Tahun. Anggarannya US$1 juta. Setelah dipresentasikan musim gugur ini di Orlando, pada November nanti, DARPA akan menentukan siapa pemenang sayembara.

David Neyland, Direktur Teknologi Taktis DARPA, menyatakan, dana sayembara ini akan menjadi "bibit uang" untuk menolong seseorang memikirkan ide perjalanan bintang dan melakukannya di sektor swasta. Ini bukan soal perjalanan ke planet terdekat dan bukan soal menggunakan robot, kata Neyland.

Namun, bintang terdekat dari matahari kita berjarak 25 biliun mil. Roket tercepat manusia membutuhkan 4.000 tahun ke sana. Artinya, kata Neyland, proyek Star Trek ini bukan hanya soal roket metode terbaru. Proyek ini juga berkaitan dengan upaya menangani usia manusia yang terbatas, sehingga berkaitan dengan soal pengobatan, pertanian, etika dan daya tahan tubuh.

Salah satu yang tertarik proyek ini adalah ilmuwan-jutawan Craig Venter, salah satu orang yang memetakan genom manusia dan sekarang bekerja di bidang kehidupan artifisial dan bahan bakar alternatif.

"Kami ingin menangkap imajinasi rakyat," kata Neyland.

Namun tak semua setuju dengan proyek ini. Wakil Presiden Pembayar Pajak untuk Akal Sehat, Steve Ellis, menyatakan, "Ketika melihat jagat raya, proyek ini sepertinya belum masuk daftar prioritas."


Sumber: http://www.adipedia.com/2011/06/pentagon-sayembarakan-ide-perjalanan.html

Bintang Zombie, Pengukur Energi Gelap

Supernova adalah ledakan bintang yang menghasilkan cahaya terang di alam semesta. Salah satu supernova yang menarik untuk diteliti adalah supernova 1a. Ledakannya menghasilkan cahaya 1 miliar kali lebih terang dari Matahari. Uniknya, mengalami "kematian", supernova ini bisa "bangkit" dengan menghisap materi dari bintang "sahabat" dan karenanya disebut Bintang Zombie.

Bintang Zombie didapati di sistem bintang ganda dan merupakan hasil ledakan bintang katai putih (bintang yang ukurannya kecil). Biasanya, bintang katai putih yang membentuk supernova 1a memiliki massa yang sama dengan "sahabatnya", namun beberapa penemuan mengindikasikan adanya bintang dengan massa lebih besar meledak.


Supernova 1994d di galaksi NGC4526

Andy Howell, astrofisikawan Las Cumbres Observatory Global Telescope Network (LCOGT), mengatakan, "Kemungkinan, ada dua bintang katai putih yang bersatu, jadi sistem bintang ganda. Ketika bersatu, mereka meledak."

Penemuan Bintang Zombie penting dalam astronomi. "Bintang-bintang Zombie ialah alat pengukur energi gelap. Mereka memiliki kecerlangan yang sama sehingga bisa dipakai untuk mengetahui jarak semesta," kata Howell seperti dikutip Universe Today, Kamis (30/6/2011).

Diketahui, energi gelap berkaitan dengan pengembangan semesta. Kecepatan semesta mengembang tidak konstan atau melambat karena pengaruh gravitasi seperti yang diperkirakan. Ada gaya yang justru menyebabkan pengembangan semakin cepat dan itulah yang disebut energi gelap.

Energi gelap diperkirakan menyusun 3/4 bagian semesta. "Itulah hasil yang sepertinya terindikasikan, bahwa energi gelap terdistribusi ke penjuru semesta. Energi gelap seperti menjadi ciri semesta padahal sebenarnya kita tidak yakin."

Karena Bintang Zombie memiliki kecerlangan yang sama, Howell mengatakan, 'Kita bisa menggunakan supernova 1a untuk mengupayakan pengukuran yang lebih baik." Langkah awalnya tentu saja adalah menemukan lebih banyak lagi supernova.

Howell mengatakan, langkah mengukur energi gelap bukanlah hal tak mungkin. "Kita sekarang memiliki kamera digital ukuran besar pada teleskop serta teleskop yang berukuran besar. Kita bisa survei langit yang luas secara reguler, menemukan supernova setiap hari," kata Howell.

Dalam publikasinya di Nature Communication, Howell menuliskan, "Dekade selanjutnya adalah waktu memahami setiap aspek supernova 1a, dari fisika ledakan hingga kegunaannya sebagai 'lilin' standard. Dengan pengetahuan ini mungkin akan datang kunci untuk mengungkap rahasia tergelap dari energi gelap."

Source: http://sains.kompas.com/read/2011/07/06/09214976/Bintang.Zombie..Pengukur.Energi.Gelap

Thursday, February 10, 2011

Akankah Betelgeuse Meledak Sebelum Tahun 2012?

Setidaknya saat ini ada 3 pemberitaan dengan berita utama yang hampir sama. Beritanya menarik loh.  Dalam ketiga berita tersebut, disebutkan Bumi tak lama lagi akan memiliki “Dua Matahari”.

Ilustrasi permukaan Betelgeuse yang mendidih.
Kredit : ESO / L. Calçada

Salah satu berita menyebutkan Betelgeuse akan mendekat dan supernova mencapai Bumi sebelum tahun 2012 ketika si bintang meledak. Di berita lainnya disebutkan menurut prediksi Brad Carter, dosen fisika senior dari University of Southern Queensland, Australia, saat Betelgeuse meledak sebagai supernova ia akan sangat terang sampai-sampai malam akan menadi seperti siang hari selama satu atau dua minggu.

Nah menarik kan? Apalagi disebutkan bintang maha raksasa merah di Rasi Orion itu akan “meledak” dan tampak seperti “Matahari” akhir tahun ini. Artinya kita akan melihat “bintang terang” laksana Matahari di tahun 2012. Artinya lagi, apa ini ada kaitannya dengan isu kiamat? Oh la la…

Setelah mencoba mencari tau sumber “kredibel” (paper yang diterbitkan resmi di jurnal ataupun sumber pertama lainnya jika ini bukan hasil penelitian) dari berita tersebut, ternyata diketahui berita tersebut berasal dari salah satu media di Australia.

Dalam berita tersebut pemberitaannya tidak jauh berbeda, yakni kita akan melihat matahari lain menyinari Bumi meski hanya dalam hitungan beberapa minggu. Selain itu ditambahkan juga bahwa ketika ledakan tersebut terjadi, akan ada hujan partikel nutrino yang menghantam Bumi meskipun katanya lagi tidak berbahaya.

Pertanyaannya benarkah ? Simak yuk!

Mengenal Bintang Betelgeuse

Betelgeuse, bintang yang satu ini sangat mudah dikenali di langit malam. Ia berada di antara bintang-bintang si rasi sang pemburu Orion dan ia juga merupakan bintang terang ke-2 setelah Rigel di rasi tersebut.  Kamu bisa mengenalinya dengan mudah bahkan ketika dilihat dari kota yang penuh cahaya.

http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2011/01/Betelgeuse+VLT+250.jpg
Bintang maharaksasa Betelgeuse
yang dipotret oleh VLT milik ESO
pada panjang gelombang dekat infra merah.
Kredit : ESO / Perre Kervella

Nama Betelgeuse berasal dari bahasa arab yad al-Jawza yang artinya “tangan Jawza”. Jawza sendiri merupakan nama dari konstelasi Gemini.  Di abad pertengahan karakter pertamanya salah dibaca saat di alihbahasakan ke latin menjadi Bedalgeuze. Dan di masa renaisance, nama ini kemudian dikoreksi menjadi Betelgeuse.

Bintang yang satu ini masih terhitung muda jika dibandingkan dengan usia Matahari. Namun di kelasnya, ia sudah termasuk bintang tua yang tengah menjalani masa tua sebagai bintang maha raksasa merah.

Usianya hanya beberapa juta tahun namun kecerlangannya sangat besar, cahayanya 100.000 kali cahaya Matahari. Ukuran bintang ini juga raksasa mencapai hampir 1000 kali ukuran Matahari. Ukuran yang ekstrim untuk sebuah bintang yang hidupnya hanya sebentar.

Nah, jika Betelgeuse ditempatkan di pusat Tata Surya, maka Ia akan sangat besar karena ia diselubungi atmosfer 1000 kali Matahari sehingga ia akan mencapai Jupiter dan menelan Merkurius, Venus, Bumi, Mars dan asteroid di sabuk asteroid.

Massa bintang ini mencapai sekitar 20 kali massa Matahari. Bintang yang memiliki massa besar akan memiliki evolusi yang cepat, demikian juga Betelgeuse.

Dalam usianya yang hanya beberapa juta tahun, Betelgeuse saat ini sedang menghadapi masa tuanya sebagai bintang maha raksasa merah dan tak lama lagi akan mendekati akhir hidupnya yakni meledak sebagai supernova.

Betelgeuse ini juga dikenal sebagai bintang variabel, yakni bintang yang cahayanya berubah-ubah. Sebagai bintang maha raksasa merah, Betelgeuse yang berada pada jarak 640 tahun cahaya ini diketahui ada struktur serupa gelembung raksasa di permukaan bintang yang berdenyut.

Bintang Betelgeuse juga diketahui memiliki sejumlah besar materi yang terbuat dari berbagai molekul dan debu yang di daur ulang sebagai bahan bintang generasi berikutnya atau juga planet seperti Bumi. Fakta lainnya, bintang ini mulai mengerut dan mengalami kehilangan materi secara teratur yang setara dengan massa Bumi setiap tahunnya.

Suatu hari, ia akan mengakhiri masa hidupnya dan meledak sebagai supernova dalam beberapa juta tahun lagi. Pada saat itu terjadi, para pengamat di Bumi akan mendapat kesempatan untuk menikmati kecerlangannya yang terang bahkan di siang hari.

Dua Matahari dan Supernova yang mencapai Bumi

Nah, terkait berita yang datang bahwa kita akan melihat dua Matahari di penghujung tahun 2011 selama beberapa minggu dan Betelguese akan meledak dalam rentang sekarang.

Perlu diketahui Betelguese berada 640 tahun cahaya dari Bumi. Jarak yang luar biasa jauh yang artinya cahaya dari Betelgeuse butuh waktu 640 tahun untuk tiba di Bumi dan dilihat manusia. Jadi, perubahan yang terjadi di bintang tersebut sekarang tidak akan bisa kita ketahui hanya dalam hitungan detik.

Betelgeuse akan meledak itu benar. Tapi apakah di tahun 2012? Wah luar biasa. Tidak ada indikasi apapun tentang itu dan bahkan pemodelan dan pengamatan pun tidak akan bisa memprediksikan waktu setepat itu.

Yang pasti Betelgeuse tidak akan meledak dalam setahun dua tahun ini. Ia masih membutuhkan waktu jutaan tahun untuk mengakhiri masa tuanya dan meledak.

Dalam berita disebutkan juga supernova itu akan mencapai Bumi ketika bintang meledak. Dalam artikel awal sebelum dialihbahasakan disebut juga yang sampai ke Bumi adalah partikel-partikel nutrino. Hmm.. Lagi-lagi jarak menjadi masalah.

Betelgeuse berada 640 tahun cahaya yang artinya ia berada pada jarak 6.054.738.179.200.000 km atau kira-kira 6 bilyun km. Jarak ini terlalu jauh untuk bisa mengancam manusia.

Mengutip Phil Plait dari Bad Astronomy, “jika ada supernova yang bisa mengancam manusia dengan hujan partikel atau bahkan menggoreng manusia dengan cahayanya, maka ia harus berada pada jarak 25 tahun cahaya. Dan Betelguese berada 25 kali lebih jauh dari jarak itu.

Artinya lagi kekuatannya untuk bisa menyakiti manusia akan berkurang 600 kali. Pada jarak tersebut, ketika ia meledak jutaan tahun lagi. Betelgeuse memang akan tampak terang secerlang Bulan Purnama. Dan itu jelas sangat terang di malam hari dan menyilaukan mata.

Tapi yang pasti bintang ini tidak akan tampak terang seperti Matahari. Ia bahkan tak akan bisa mencapai 1/100.000 kecerlangan Matahari jika dilihat dari Bumi. Dan yang pasti ketika itu terjadi, manusia tidak akan terancam”.

Jadi, tidak akan ada supernova apapun di tahun 2012 yang bisa mengukuhkan teori kiamat 2012!

Sumber :
langitselatan.com

Wednesday, January 12, 2011

Wow, Bulan Punya Cairan Inti Mirip BumiWow, Bulan Punya Cairan Inti Mirip Bumi

Perkembangan pesat teknologi memungkinkan manusia menyingkap rahasia bulan. Ternyata berdasarkan sensor seismik, bulan memiliki inti cair serupa dengan Bumi.


http://static.inilah.com/data/berita/foto/1126322.jpg
Informasi ini berdasarkan sinyal dari sensor seismik kiri permukaan bulan yang tertangkap oleh astronot Appolo pada 1971. Ilmuwan NASA berhasil menerapkan teknik seismologi kontemporer lewat data dari sensor yang ditempatkan oleh program luar angkasa AS.
Studi terbaru itu menunjukakn bahwa bulan memiliki inti yang solid mengandung zat besi yang kaya dengan radius hingga 150 mil. Materi ini berbentuk cair, terutama inti luar besi yang menggapai hingga radius 205 mil. Yang berbeda dengan Bumi, inti cair bulan memiliki lapisan pembatas di sekitarnya dengan jarak setidaknya 300 mil.
Data itu juga menyoroti evolusi dinamo bulan, proses alami yang memungkinkan bulan menghasilkan medan magnet yang kuat. Pengungkapan terperinci dari inti bulan sangat penting untuk mengembangkan model akurat dari pembentukan Bulan.

Inti suatu objek luar angkasa pada dasarnya berisi sebagian kecil unsur ringan seperti belerang dan oksigen. Penelitian terbaru itu tercantum di jurnal online Science. Ilmuwan menggunakan data ekstensif hasil pengumpulan misi Apollo milik Amerika Serikat.


Sumber :
teknologi.inilah.com

Wednesday, January 5, 2011

Misteri Planet Kegelapan, Kembaran Matahari

Kalangan "orang dalam" di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X. Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini.

Semua operasi rahasia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Konon, Vatikan juga mengetahui hal tersebut. Namun sayangnya, masyarakat luas dibiarkan begitu saja tanpa informasi, dibiarkan terlena dengan kehidupan sehari-hari, tanpa punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi bencana ini.


Ada apa sebenarnya?

Bocornya segelintir informasi dari kalangan “orang dalam” dan para pengamat, membuat publik mulai tertarik akan hal ini. Kenapa bencana ini begitu dirahasiakan dari masyarakat luas? Jika sampai membuat kegemparan global, maka akan mempengaruhi pasar uang serta mengakibatkan lumpuhnya perekonomian dunia.

Seharusnya masyarakat luas diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri. Mudah-mudahan, setelah membaca ini, kita bisa semakin waspada ya!

Oke..saat ini, kalau kita jeli mengamati perkembangan bencana alam, jumlah kejadian bencana alam semakin banyak. Ini diakibatkan koneksi plasmatic elektromagnetis antar planet.

Sudah pernah dengar dong, kalau matahari KONON memiliki kembaran yang gelap (versi gelapnya matahari). Nah, disitulah lokasi mengorbitnya Planet X. Tepat diantara matahari dan kembarannya.

 
 

Catatan : kembaran matahari tidak terlihat dengan mata kita.

Tapi, para ilmuwan sudah menemukannya. Dalam “Illustrated Science & Invention Encyclopedia” volume ke 18, terbitan tahun 1987-1989, sudah dicantumkan soal keberadaan kembaran matahari ini.

Sekelompok ilmuwan Rusia mengadakan rangkaian pertemuan di tahun 2000, untuk mendiskusikan planet X. Hal ini menjadi sumber berita Reuter dengan headline “Kejadian di tahun 2003” (diterbitkan Kantor Berita Reuter, edisi 13 September 2000)

Inti pertemuan tersebut adalah mengenai musibah kedatangan Planet X, yang keberadaannya sudah di monitor dari observatori Rusia. Para ilmuwan bertanya-tanya, jika ini terjadi, akankah Rusia masih tetap ada?

Ilmuwan Andrei Shukshin menyatakan, dalam pertemuan ini juga dibahas tentang pengurangan jumlah penduduk global secara besar-besaran, akibat peristiwa ini.

Yang pasti, Planet X memang ada dan mengorbit. Tapi, akankah bertabrakan dengan bumi? Ini yang masih dipelajari.

Di Observatori St.Petersburg Rusia, pengamatan seputar Planet X berlangsung intensif. Ilmuwan disana menamai planet ini dengan sebutan “Raja Sun” atau “Bintang Yang Besar”.

Tak banyak ilmuwan yang bersedia membagi informasi soal planet ini, karena kekhawatiran akan menimbulkan kepanikan global. Dan banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” yaitu rumah khusus, dengan konstruksi khusus, yang bersifat tahan topan badai, tahan gempa dan angin tornado. “Home dome” harus dibangun di area perbukitan, jauh dari pantai.

Planet X juga dikenal dengan nama Nibiru, atau disebut “Wormwood”, merupakan benda angkasa luar yang paling sering disebut sejak jaman kuno.

Setelah mengorbit selama 3600 tahun, planet ke 10 ini akan datang lagi.

Dampak kedatangan Planet X terhadap bumi, sudah dicatat nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Ilmu Geologi dan Arkeologi juga mencantumkannya.

 

Simpang Siur Planet X

Untuk mencegah kepanikan soal Planet X, banyak observatorium yang kini “tiba-tiba” tertutup untuk umum. Petugas observatorium bahkan tak mau mengarahkan teleskop ke konstalasi bintang Orion.

Banyak alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai kenyataan ini. Kenyataan tentang Planet X. Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago maupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Juga di banyak negara.

Planet X memang sengaja dibuat seperti mitos konyol, omong kosong yang membingungkan. Kenapa? Supaya tak terjadi kepanikan massal. Banyak situs di internet yang mengabarkan informasi palsu seputar Planet X.
 
Berikut, beberapa informasi yang KELIRU soal Planet X :

1. Planet X bisa jadi tak pernah ada, karena tak ada bukti kuat tentang keberadaannya. Kalaupun ada, munculnya pasti hanya sekali dalam sekian juta tahun. (Ini jenis informasi yang paling banyak kita jumpai)

2. Planet X memang ada, tapi tak akan muncul di era (jaman) kita.

3. (Tersebar di kalangan ilmuwan & observatorium) Planet X memang ada, dan akan menghampiri bumi. Tenang saja, jangan panik, karena itu hanya kejadian biasa. Tidak akan ada bencana.
 



Fakta Planet X

Massa Planet X begitu besar, dengan kutub magnetis yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran energi yang begitu dahsyat, PASTI mengakibatkan kerusakan hebat pada planet yang dilewatinya.

Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X,gelombang elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada planet yang akan dilewatinya. Ini bisa dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang melanda Planet Bumi.

Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga 4 dekade sebelum kedatangan Planet X. Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di Bumi mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktivitas vulkanik dan perubahan elektromagnetis begitu tajam peningkatannya, namun datanya selalu “diperhalus” untuk masyarakat luas.
 


Pemanasan Global?

Masuk akal, kalau perubahan cuaca dibilang sebagai akibat dari pemanasan global. Tapi, apakah perubahan pada siklus matahari juga akibat pemanasan global? Sama sekali tak ada kaitannya!

99% tata surya kita terbuat dari konsentrasi plasma hingga ke level atomic. Planet adalah plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Kembalinya Planet X ke system solar kita mengakibatkan perubahan konsentrasi elektrikal pada energi plasma di SEMUA planet yang ada, di tata surya kita.

Menurut pandangan ilmuwan Rusia, perubahan aktivitas vulkanik dan gempa meningkat sebanyak 400 sampai 500 persen sejak tahun 1975.

Perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktivitas dan perubahan cuaca. Banyak fakta yang tidak diterbitkan oleh media.

Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Contohnya : atmosfir di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.

Lapisan atas atmosfir bumi juga mengalami perubahan kadar HO. Hal yang samasekali tak ada hubungannya dengan pemanasan global, dampak CFC ataupun akibat polusi. Bukan itu saja, medan magnetik planet-planet juga mengalami perubahan.

Beberapa planet bertambah terang. Venus contohnya, terlihat semakin terang bercahaya. Jupiter bahkan memiliki radiasi energi yang berbentuk seperti tabung yang terhubung dengan bulannya.

Uranus dan Neptunus baru saja mengalami perubahan kutub. Saat pesawat Voyager 2 melintasi Uranus dan Neptunus, perubahan kutub terjadi di bagian Utara dan Selatan Planet.
 
Rangkaian perubahan yang terjadi di tata surya kita, dapat dibagi dalam 3 kategori :

1. perubahan medan energi
2. perubahan pijar
3. perubahan atmosfir

Pada periode tahun 1963 hingga 1993, jumlah peristiwa bencana alam meningkat 410 persen. Dan bencana-bencana terdahsyat terjadi 9 tahun belakangan. Dr. Dmitriev menemukan bahwa medan magnetic matahari meningkat 230 persen sejak tahun 1901.

Jadi, yang mengalami perubahan bukan hanya planet Bumi. Hanya sedikit kalangan yang menyadari fakta ini. Di Akademi Sains Nasional Siberia, Rusia, khususnya di Novosibirsk, berlangsung penelitian terhadap matahari.

Dan Dr.Dmitriev dengan takjub mengemukakan bahwa, matahari bertambah terang 1000 persen dibanding sebelumnya, dan masih terus bertambah terang.


 

Melihat Planet X

Hanya teleskop terbesar (yang dijaga ketat) bisa digunakan untuk melihat Planet X. Sejumlah observatorium kecil di dunia mencatat keberhasilan melihat Planet X di awal tahun 2001.

Dr.Harrington, rekan sejawat dari Ilmuwan dan arkeolog Zecharia Sitchin, yang pertama meyakini keberadaan NIBIRU atau Planet X berdasarkan catatan kuno orang Sumeria, meninggal mendadak akibat kecelakaan.

Diduga ini disebabkan keberanian Harrington mengekspos penemuan planet ke 10 yang dikenal dengan nama Planet X ini, guna melengkapi teori Sitchin.
 

Sejak peristiwa ini, para ilmuwan memilih tutup mulut dan tak mau bicara banyak soal Planet X dan aktivitasnya. Saat Zecharia Sitchin menerbitkan buku yang didasari tulisan terjemahan bangsa Sumeria Kuno, Sitchin menyatakan ada 12 planet di tata surya kita.

Saat buku diterbitkan (tahun 1970an), Teori Sitchin ditertawakan. Tapi, saat satu persatu temuan ilmuwan membuktikan bahwa Teori Sitchin benar, statement Sitchin mulai diawasi ketat.

Dalam bukunya, “The 12th Planet”, Sitchin menulis tentang legenda “Komet Kiamat” atau “Nemesis” yang muncul secara periodic dan menciptakan kehancuran.
 


Zaman Es

Ingatkah pelajaran di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja.

Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi instant.

Ingat film “The Day After Tommorow”? Kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali Planet X mendekat.

Akan kita perdalam sedikit soal Zaman Es sebelum kita lanjut ke Planet X, karena…inilah yang akan terjadi nanti.

 

Zaman Es Akan Terulang Lagi

1.Kita bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.

2. 17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik.

3.Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman es terjadi beberapa ratus kali.

4. Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita.

5. Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu bisa turun 20 derajat!

6. Zaman es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun.

7.Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salju. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salju setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja.

8. Saat ini, Kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Es. Yang dibutuhkan Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik.

9. Untuk melihat daftar Glasir (glacier) yang mulai terbentuk saat ini, lihat situs www.iceagenow.com Data ini tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami Zaman es.

10. Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore menyesatkan banyak orang. Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.


Kenapa Ini Sangat Penting?

Meski kita nggak tinggal di kawasan yang akan tertutup lapisan es setinggi ratusan atau ribuan kaki, kita tetap harus menyiapkan diri.

Dalam bukunya “Not by Fire, but by Ice” karya arsitek bernama Robert Felix, disebutkan tentang perubahan kutub dan berbagai bencana alam yang akan menyertainya. Persediaan makanan di seluruh dunia akan habis selama beberapa tahun. Pertanian tak mungkin dilakukan, karena kekacauan iklim.

Planet X ada di sistem kita. Tapi keberadaannya diragukan. Saat ketemu, langsung ditutup2i. Soal matahari gelap (dark sun) yang merupakan kembaran matahari kita, nanti akan kusinggung sedikit.

Keberadaan dark sun memang nggak banyak dibahas oleh para astronom. Karena, kalau orang mulai fokus ke dark sun, dengan sendirinya akan nemu Planet X. Karena Planet X mengorbit diantara matahari dan matahari gelap.

Analoginya :

Kita melihat rumah & kebun di malam hari. Hanya bagian2 yang diterangi lampu taman kan, yang kelihatan? Kalau berdiri depan pagar rumah, apa tikus yang berada di pojok taman, tak diterangi lampu juga keliatan?

Pasti nggak. Yang kelihatan cuma yang diterangi lampu taman. Seperti inilah kondisi tata surya kita, jika diamati dari bumi. Makanya sekarang NASA juga memiliki teleskop Infra Merah.

 

Sumeria dan Planet X

Tulisan kuno bangsa Sumeria sejak 6000 tahun lalu mencantumkan Planet Nibiru sebagai bagian dari system solar kita. Nibiru berarti “planet yang bersilangan”.
 
 


Deskripsi Nibiru sama persis dengan Planet X (Planet Ke Sepuluh).

Menurut catatan astronomi kuno yang dicocokkan dengan pengetahuan modern : Planet X memiliki orbit eliptik seperti komet, dengan perjalanan melampaui orbit Pluto.


Kalkulasi Observatorium

Dr. Thomas C. Van Flandern, astronom dan ilmuwan dari Oberservatorium Naval Amerika mengatakan, perubahan kutub di Uranus dan Neptunus, terjadi akibat sebuah planet. Bersama rekannya, Dr. Richard Harrington, ia membuat kalkulasi tentang sebuah planet (urutan ke 10 di system tata surya kita) dengan ukuran 2-3 kali lebih besar dari bumi, serta memiliki tingkat orbit eliptikal yang tinggi.

Penemuan ini melengkapi teori Sitchin, bahwa letak planet X dekat dari Bumi. Pada tahun 1982, NASA mengeluarkan statement tentang keberadaan Planet X. Namun sekarang, NASA menolak berkomentar sama sekali.
 

Jika Planet X Mendekat

Setiap kali Planet X mendekat, berbagai perubahan drastic terjadi di Bumi. Perubahan ini mengakibatkan kerusakan besar dan kepunahan. Sejarah mengisahkan peristiwa-peristiwa ini. Monumen peninggalan peradaban lampau menjadi saksi kejadian tersebut.

Sebut saja, Legenda Atlantis, Lemuria, Indian Maya dan perabadan lainnya, yang hanyut terbenam lautan atau punah sekejap, terjadi akibat kedatangan Planet X. Sisa-sisa kebudayaan mereka bisa kita temui di Florida, Jepang dan kawasan Mediterania.

Semakin dekat Planet X dari bumi, semakin kuat daya magnetic dan gravitasinya. Ini bisa kita rasakan setiap hari. Semakin dekat planet X dengan kita, semakin cepat laju pergerakannya. Berbagai bencana dahsyat yang susul menyusul terjadi di berbagai negara hanyalah awal kecil dari apa sesungguhnya akan terjadi.
 

Penghuni NIBIRU

Tulisan kuno bangsa Sumeria mencatat beberapa hal menarik yang juga diyakini banyak kepercayaan, yaitu : penciptaan, adanya Taman Eden/Firdaus dan banjir besar yang menutupi seluruh permukaan bumi (Mirip kisah Nabi Nuh).

Tapi, bangsa Sumeria juga mencatat tentang kedatangan Bangsa Anunnaki dari Planet Nibiru, yang menciptakan “manusia” dengan cara mengambil DNA mereka & mencampurkannya dengan DNA mahluk bumi (saat itu adalah manusia gua/Neanderthal).

Dalam bahasa Sumeria, Anunnaki berarti “mereka yang ke bumi, turun dari langit”.

Anunnaki digambarkan sebagai bangsa yang modern, dan telah menciptakan berbagai monument penting di Bumi, Bulan dan Mars, serta planet-planet padat lain dalam galaksi kita.
 

Kenapa Anunnaki menciptakan manusia?

Untuk dijadikan budak/pembantu mereka, yang membantu dalam aktivitas pertambangan berbagai mineral, salah satunya yaitu emas. Hingga hari ini, emas merupakan logam mulia dengan nilai tinggi. Fakta ini juga tercantum dalam tulisan kuno bangsa Sumeria.

Perlu diingat, siklus mendekatnya Nibiru menurut catatan Sumeria adalah setiap 3600 tahun sekali.
 


Yang menarik, beberapa fakta soal ini :

1.Lokasi “Taman Eden” dalam kisah Adam & Hawa disinyalir berada di kawasan Mesopotamia (kini Irak).

2.Saat ke Bumi, Anunnaki mendarat di Mesopotamia (kini Irak).

3. KONON, serbuan Amerika ke Irak sebetulnya adalah untuk menemukan lokasi Gerbang Bintang (STAR GATE) milik para Anunnaki yang diyakini berada di Mesopotamia (kini IRAK). STAR GATE ini merupakan semacam portal milik Anunnaki untuk datang dan melihat peradaban kita.

Karena memiliki teknologi canggih, dan menciptakan manusia, maka Anunnaki diposisikan sebagai dewa oleh orang Sumeria. Setelah beberapa saat hidup di Planet Bumi, Anunnaki pun pergi, dan berjanji KELAK akan kembali.

Kemanakah mereka? Mengeksplorasi kehidupan lain? Menciptakan peradaban baru? 2012, Apa yang Akan terjadi?

Apakah Planet X akan melewati bumi dan kembali membawa kita masuk Zaman Es?

Atau, para Anunnaki akan kembali? Berbagai keyakinan tentang adanya“MESSIAH” jika diurut kebelakang, berkaitan dengan janji Anunnaki bahwa mereka kelak akan kembali.

Kalaupun kembali, maka kembali sebagai apa? Sebagai teman atau musuh?

Apakah mereka masih menganggap kita sebagai budaknya?

Mungkinkah akan terjadi perang antara kita, warga Bumi dengan Anunnaki?

Presiden Amerika Ronald Reagan pernah menyinggung soal ancaman dari luar angkasa dalam salah satu pidatonya. Reagan juga mengusulkan dibentuknya system persenjataan berbasis luar angkasa (STAR WARS). Mungkinkah saat itu sudah ada kontak dengan mahluk luar angkasa?

Dan, bukan hanya para Anunnaki saja yang ada di luar angkasa. Berbagai bangsa alien yang berperadaban tinggi juga diyakini berdiam di galaksi kita.Tapi, karena kita ngomongin Planet X (Nibiru), maka focus kita adalah Anunnaki.

 

Fisik Anunnaki

Bandingkan manusia gua (Neanderthal) dengan manusia modern. Di mana bedanya secara fisik?

http://api.ning.com/files/V-zJx1IGWbgfqz6QTcnj2Qutocdd0K1Xuwo0-J73LKU_/annunaki.jpg

Illustrasi Fisik Anunnaki
 
Banyak sekali. Manusia modern (kita) memiliki fisik yang lebih estetik (indah) dan halus dibandingkan manusia gua. Dan itu hasil perpaduan DNA Anunnaki dengan kita.

Bangsa Anunnaki sendiri memiliki ciri-ciri fisik :

~ Tinggi rata-rata 7-8 kaki (3 meter)
~ Kulit putih
~ Rambut pirang atau merah, mata biru

Makanya kulit putih sejak jaman dulu identik dengan “kasta lebih tinggi” atau “dianggap lebih estetik”, karena masih menganut standar patokan Anunnaki.

Bangsa Kaukasia (kulit putih-pirang-mata biru) memiliki paling banyak ciri-ciri fisik Anunnaki. Ini bisa dilihat dari golongan darah mereka, yaitu Rhesus negative.
Soal golongan darah, menarik banget. Karena rhesus negative, bukan berasal dari DNA kita. Tapi, dari Anunnaki (alien).

Makanya Amerika menyerbu Irak dengan dalih, mencari senjata nuklir. Karena sisa radioaktifnya terdeteksi. Kenapa waktu AS menyerbu Irak, juga menjarah museum, dan artifak2 kuno dari jaman Sumeria juga diambil? Mencari apa? “Kunci” untuk menemukan Stargate (Gerbang Bintang), portal milik bangsa Anunnaki-kah? Makanya sampai habis-habisan.

Ada 270 ribu lebih artifak kuno dari Museum Nasional Bahgdad, Irak yang dijarah tentara Bush. Cuma sedikit yang dikembalikan, sisanya hilang..nggak berbekas. Ada apa dibalik ini? Apa yang dicari?? Pasti sesuatu yang URGENT banget.
 

Beberapa fakta menarik yang dapat disimpulkan :

Mungkinkah sebuah bintang punya kekuatan luar biasa? Mungkin! Karena ada satu bintang “kerdil” (dwarf star, sebutannya) yaitu SIRIUS (atau dog star) yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat solid, melebihi matahari.

Padahal ukurannya jauh lebih kecil, namun untuk kepadatan massa, Sirius paling berat. Jika bintang ini masuk orbit, atau bertabrakan..maka efeknya lumayan fatal.

Kalau dikaji tulisan-tulisan kuno tentang astronomi kita, maka..Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan penduduknya berkulit gelap karena melanin yang tinggi (makanya penelitian tentang manusia pertama, atau Adam, menemukan bahwa Adam ini seorang negroid, kulit hitam).

Saat itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, jarak dengan matahari dan atmosfir adalah Mars. Namun karena ada tubrukan, maka Jupiter masuk orbit. Jadi jarak bumi menjauh dari matahari. Ini berpengaruh pada banyak hal, seperti warna kulit penduduk, lama hari, dll.

http://misteridunia.files.wordpress.com/2008/10/thegreatdeluge-1.jpg?w=450&h=415
Ilustrasi The Great Deluge

Tabrakan itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau Banjir besar yang ada di kisah Nabi Nuh.


Tambahan dari radhite :
Karena banyak skali yg pro kontra dengan artikel ini, saya akan menambahkan sedikit klarifikasi. Artikel ini diangkat dari kisah Bangsa Sumeria yang tertulis dan terlukis pada peninggalan-peninggalan mereka.

Mereka menuliskan bahwa Anunnaki adalah makhluk spesial yang datang ke bumi lalu memberikan kehidupan pada makhluk2 di bumi pada saat itu. Mereka juga mengajarkan Ilmu2 yang memiliki teknologi tinggi untuk membantu penduduk bumi.

Bangsa ini juga percaya bahwa ada sebuah planet besar yang mereka namakan Nibiru. Planet inilah yang mereka katakan sebagai tempat tinggal para Anunnaki. Karena kehebatan dan kemampuan ilmu pengetahuan Anunnaki sangat tinggi, mereka percaya bahwa Anunnaki adalah Dewa bagi mereka.

Namun kembali pada fakta yang ada, itu semua adalah sebuah kisah yang ditinggalkan oleh bangsa Sumeria. Seperti kisah2 kuno lainnya, setiap kebenarannya sangat dipertanyakan. Itu semua karena kurangnya bukti yang jelas. Dan bisa saja itu hanya sebuah cerita belaka.

Saya sama sekali tidak ingin menyesatkan atau membawa pemikiran kalian untuk percaya 100% pada artikel ini. Untuk masalah kiamat, yakinlah hanya Tuhan yang mengetahuinya. Manusia hanya diberikan sedikit dari tanda2nya.

Pesan saya, alangkah senangnya apabila para pembaca dapat lebih bijak dan dewasa dalam mencerna sebuah informasi. Jangan langsung percaya begitu saja walaupun itu berasal dari orang atau sesuatu yang sangat kamu percayai sebelumnya. Namun jangan pula langsung menilai bahwa sebuah informasi itu sesat / hoax, walaupun informasi tersebut sangat mustahil dan jauh dari logika.

Pelajari dan carilah kebenarannya pada berbagai sumber dan ahlinya. Ingatlah, bagaimana zaman dulu manusia sangat mustahil untuk bermimpi terbang ke bulan, namun apa yg tejadi sekarang, teknologi telah berubah dengan adanya penemuan2 baru. Dan akirnya mimpi manusia itu telah menjadi mimpi yang sangat indah untuk menjadi sebuah kenyataan.



Sumber :
misteridunia.wordpress.com