Minggu, 08 April 2012

Leukemia


Pendahuluan
Leukemia adalah golongan penyakit yang ditandai dengan penimbunan sel darah putih abnormal dalam sumsum tulang. Sel abnormal ini dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang, hitung sel darah putih sirkulasi meninggi dan menginfiltrasi organ lain. Dengan demikian gambaran umum leukemia mencakup sel darah putih abnormal dalam darah tepi, hitung sel darah putih total meninggi, bukti kegagalan sumsum tulang misalnya : anemia, netropenia atau trombositopenia dan keterlibatan organ lain misalnya : Hati, limpa, limfonodi, meningen, otak, kulit dan testis. Jadi Leukemia adalah Suatu penyakit keganasan (maligna) yang di tandai oleh proliferasi dan penimbunan sel-sel hematopoeitik lain dalam sumsum tulang dan beredar dalam darah tepi dengan jumlah yang besar dan umumnya terdiri atas sel muda.

Sebab leukemia belum diketahui, tapi yang diperkirakan bisa menimbulkan leukemia adalah :
1. Radiasi.
Misalnya : sinar dengan panjang gelombang pendek, sinar Gamma, sinar Beta dan lain-lain.
2. Zat kimia
Misalnya : Benzene
3. Virus
Misal : Infeksi virus Ebstein Barr
4. Faktor Genetik
Misal : Sindrome down (jumlah kromosom 47, kelebihan kromosom)

Leukemia digolongkan kedalam kelompok akut dan kronis berdasarkan derajat maturasi sel-sel ganas di dalam sumsum tulang. Leukemia akut ditandai adanya gangguan maturasi yang mengakibatkan meningkatnya sel-sel muda dan terjadi kegagalan diferensiasi sel-sel darah. Keadaan ini menyebabkan penyakit tampak sangat berat dan menyebabkan kematian dalam beberapa bulan tanpa pengobatan.

Sebaliknya pada leukemia kronik terjadi peningkatan sel matur yang tidak terkendali, sehingga penyakit tampak relatif lebih ringan. Leukemia kronik pada stadium akhir dapat menjadi progresif seperti leukemia akut.
Yang sering dipakai dalam klasifikasi yaitu :
1. Menurut Maturitas (kematangan) / kecepatan timbulnya gejala :
a. Leukemia akut
b. Leukemia kronis
2. Menurut sel yang Predominan, dibagi :
a. Leukemia Limfoid / Limfoblastik / Limfositik
b. Leukemia Non Limfoid (Mieloid) / Myeloblastik / Granulositik

A. LEUKEMIA LIMFOSITIK AKUT
Ini dijumpai pada anak-anak ( 80 %), usia puncak 3-4 tahun dan separuhnya remaja, usia diatas 30 tahun jarang ditemukan. Gejala klinisnya mulai secara mendadak. Gejala klinis :
1. Karena kegagalan sumsum tulang :
Pucat, lemas ini disebabkan karena anemia, demam dan infeksi ini disebabkan gangguan fungsi leukosit, Perdarahan / mudah berdarah, purpura kecil dan besar (Ptechiae & Acchymoses), ini karena thrombositopenia.
2. Karena infiltrasi ke organ : Nyeri tulang, limpadenopati, spleenomegali sedang, hepatomegali, sindrom meningeal yaitu : sakit kepala, muntah, penglihatan kabur dan nausea.
Pemeriksaan Laboratorium :
1. Anemia Normokrom Normositik dan anemia sangat menyolok dengan retikulosit rendah.
2. Hitung jumlah leukosit bisa mencapai 500.000/mm3. Tetapi kadang bervariasi jumlahnya.
3. Trombositopenia. Jumlah dapat bervariasi tergantung infiltrasi sel leukemik.
4. Hitung jenis : ditemukan limfoblast sebagai sel predominant yang mencapai 50-90%.
Klasifikasi Leukemia Limphoblastik Akut menurut FAB (French-American-British) yaitu :
Type L1 Type L2 Type L3
Penampilan Homogen Heterogen Homogen
Ukuran sel Kecil dan uniform Besar dan variable Besar dan uniform
Bentuk inti Teratur, sedikit bercelah Tidak teratur, bercelah, berlekuk teratur, bulat
Kromatin inti homogen variabel, heterogen titik halus homogen
Anak inti Tidak ada / tidak nyata satu atau lebih besar satu / lebih nyata
Sitoplasma Sedikit Variabel, sering banyak Banyak kadang ada vacuole
B. LEUKEMIA MIELOBLASTIK AKUT
Leukemia Mieloblastik Akut dijumpai pada orang dewasa. Gejala klinis sama dengan Leukemia Limfoblastik Akut. Khusus untuk M4 dan M5 juga ada gejala Hipertrofi dan infiltrasi gusi.
Klasifikasi menurut FAB yaitu M1 sampai M7 :
a. Komponen Granulositik Predominan
M0 = Mieloblastik tanpa maturasi. Sel Blast tanpa granula dengan batang auer atau granula azurofil
M1 = Mieloblastik dengan maturasi lebih dari 50 % sel Mieloblast dan Promielosit. Ditemukan Pseudo anomali Pelger-Huet dan granulasi kurang.
M2 = Promielosit hipergranula, batang auer ada. Leukemia ini bisa menyebabkan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)
M3 = Promeilosit dan Mielosit dengan granulasi ada tanpa batang auer. Terdiri dari sel yang dominan mielosit dan metamielosit dan disertai juga seri yang lain.
b. Komponen Monositik Predominan
M4 = Mielomonositik. Promonosit dan monosit merupakan 20% sel dominan dan mieloblast dan promielosit 20% dari serinya.
M5 = Monositik. Yang mendominasi monosit dan granulosit kurang dari 10 %.
c. Komponen Erytropoitik Predominan
M6 = Erytroleukemia. Sumsum tulang 50% seri eritrosit. Mieloblast dan promielosit 30%
M7 = Megakariositic Leukemia. Sumsum tulang sel yang predominant Megakariosit dengan peningkatan yang berarti, tampak Megakariosit berbentuk abnormal. Darah perifer terjadi jumlah thronbosit sangat tinggi (thrombocytemia)
Perbedaan antara Leukemia Limfositik Akut dan Leukemia Mielositik Akut adalah :
- Pada leukemia limpositik akut tidak ditemukan Batang Auer dan pemeriksaan LAP normal
- Sedangkan pada leukemia mielositik akut ditemukan batang Auer dan pada pemeriksaan LAP tidak ada atau sangat rendah.
Pemeriksaan Laboratorium darah perifer :
- Leukosit : - Biasanya ditemukan leukositosis.
- Pada fase permulaan, pada sebagian besar kasus jumlah leukosit 20.000 – 50.000 / mm3, sedangkan pada sebagian kecil kasus jumlahnya bisa dalam batas normal , tetapi kadang-kadang ada yang mencapai 500.000 / mm3 atau lebih.
- Hematokrit : - Kurang dari normal, anemia normokromik normositer, anisositosis, poikilositosis
- Kadang terjadi retikulositosis dan polikromasia.
- Thrombosit : - kurang dari normal, mencapai 10.000 – 100.000/mm3 darah.
- Bentuknya kadang irreguler dan abnormal
- Hitung jenis : - Myeloblast : jumlahnya meninggi sampai 30 %
- Promyelosit : jumlahnya meninggi juga
- Myelosit : jumlahnya kecil
- Metamyelosit : jumlahnya kecil
- Batang : jumlahnya meninggi
- Segmen : jumlahnya meninggi.
Bentuk mudanya banyak sekali dibanding bentuk agak tua (myelosit dan metamyelosit) sedikit sekali, lalu bentuk tua banyak sekali (netrofil batang & segmen). Keadaan ini dimana seakan-akan terdapat suatu kekosongan pada hitung jenis disebut Hiatus Leukemikus merupakan ciri khas dari leukemia myeloid akut. Kadang diperlukan peroksidase staining untuk mengetahui sel muda itu myeloblast & monosit atau limfoblast. Kecuali myeloblast & monosit, seri granulositik dan monositik lainnya memberi hasil positif terhadap peroksidase stanning.
C. LEUKEMIA LIMPOSITIK KRONIK
Ini ditemukan terutama pada usia lebih 40 tahun dan jenis limpositnya lebih dari 95 % adalah Limposit B. Perjalanan penyakitnya sangat lambat dan berjalan bertahun-tahun. Leukemia ini adalah satu-satunya leukemia yang tidak pernah timbul akibat radiasi. Sel B yang normal dapat hidup selama 1 tahun sedangkan pada sel B leukemik dapat hidup sampai 5 tahun. Karena produksi sel B juga meningkat sebanyak 10 kali, maka jumlah sel B menjadi sangat banyak. Sel B ini secara imunologis lumpuh dan dalam pertumbuhannya mendesak sel B normal. Leukemia limfositik kronik mengganggu fungsi imunologik, setengah jumlah penderita saat tertentu terjadi penurunan imunoglobulin, terutama Ig.M. Sepertiganya menunjukkan test Coombs’ direk positif.

Gejalanya : Limfadenopati, Spleenomegali, Hepatomegali, Pucat, Perdarahan
Pemeriksaan Laboratorium :
- Jumlah leukosit 30.000 – 200.000 / mm3.
- Jenis limposit yang ditemukan lebih 95 % terdiri dari limposit kecil dengan morfologi normal atau agak muda sehingga terlihat gambaran Monoton.
- Ditemukan Rider Cell, sel limposit yang serupa dengan monosit.
- Pada hapusan darah tepi terdapat Smudge Cell / Smear Cell / Sel coreng yaitu sel limfosit yang rusak setelah diwarnai, hanya inti kelihatan, bentuk irreguler.
- Juga ditemukan trombositopenia, Anemia Hemolitik, Hipogammaglobulinemia (terutama Ig.M) , test Coombs direk positif, juga ditemukan Gamopati Monoklonal.

D. LEUKEMIA MIELOSITIK KRONIK
LMK merupakan penyakit keganasan pertama yang dijumpai dengan kelainan genetic spesifik yaitu pada krosomom nomor 22 (Ph’ kromosom). Pada lebih dari 90 % pasien terdapat pergantian sumsum tulang normal oleh sel dengan kromosom golongan G abnormal (nomor 22)-kromosom Philadelphia atau Ph. Abnormalitas terjadi karena adanya translokasi bagian lengan panjang (q) kromosom 22 ke kromosom lain, biasanya kromosom 9 pada golongan “C”. Ini adalah abnormalitas akuisita yang ada dalam semua sel granulositik, eritroid dan megakariositik yang sedang membelah dalam sumsum tulang dan juga dalam sel limposit B. LMK Ini ditemukan pada umur pertengahan, dengan puncak umur 40 – 50 tahun gejalanya rasa lelah, penurunan berat badan, rasa penuh diperut, anoreksia, berkeringat malam, Spleenomegali, Hepatomegali, nyeri sternum, ekimosis, kadang-kadang ditemukan Purpura Limfadenopati dan Gout atau Pirai.

Pemeriksaan Laboratorium :
- Jumlah erytrosit, hematokrit dan hemoglobin (7-9 g/dl) kurang dari normal dengan Anemia normokromik normositer
- Jumlah leukosit lebih dari 80.000 / mm3 dengan variasi 80.000 – 800.000/ mm3. leukositosis sangat berat > 500.000/mm3 dijumpai pada anak-anak.
- Jumlah thrombosit bervariasi (awalnya terjadi thrombositosis 1.000.000/ mm3 lalu stadium lanjut menjadi thrombositopenia). Pada hapusan darah thrombosit mengelompok.
- Jumlah Basofil meningkat (Basophilia) dan juga Eosinifilia secara absolut. Pada fase lanjut (fase akselerasi) terjadi basophilia > 20 %.
- Pada pemeriksaan darah tepi dijumpai seluruh stadium diferensiasi tetapi yang predominant adalah sel-sel yang tua-tua seperti Mielosit, Metamielosit, N.batang dan N.segmen sedangkan Mieloblast dan Promielosit (dibawah 15%) tetap dalam jumlah sedikit.
- Asam urat jumlahnya meningkat dalam plasma.
- Yang khas dalam leukemia ini ditemukannya Kromosom Philadelphia yaitu Kromosom nomor 22 yang telah kehilangan kedua lengan panjangnya, pindah ke kromosom nomor 9.

E. LEUKEMIA MONOSITIK KRONIK
Leukemia ini hampir mirip dengan leukemia myelositik, tetapi disini yang predominant sel monosit immatur dan matur juga ada disertai myeloblast dan myelosit.
Pemeriksaan Laboratorium :
- Eryhtrosit : - Hitung eritrosit rendah, hematokrit rendah dan hemoglobin rendah dengan anemia normokromik normositik.
- Leukosit : - Pada stadium permulaan anemia disertai leukopenia, lalu disusul oleh thrombositopenia.
- Granulosit menurun dan terjadi peningkatan monosit. Pada stadium progressif terjadi peningkatan monosit yang tinggi.
- Ditemukan dua tipe : Leukemia monositik tipe Schilling dengan sel monosit yang predominant dan Leukemia monositik tipe Nageli dengan monosit immatur dan juga banyak myeloblast dan myelosit.


sumber:
http://ripanimusyaffalab.blogspot.com/2010/02/leukemia.html

Ditulis Oleh : khairul anas ~ All- Round About Knowledge
Arak GoendoelSobat sedang membaca artikel tentang Leukemia. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

0 comments:

Leave a Reply